CARI

Ads 468x60px

Selasa, 12 September 2017

SELAPUT DARAH PACARKU YANG TELAH SOBEK SEWAKTU KAMI ML

SELAPUT DARAH PACARKU YANG TELAH SOBEK SEWAKTU KAMI ML


Cerita Dewasa  - Pagi itu aku bangun kesiangan, seisi rumah rupanya sudah pergi semua. Akupun segera mandi dan berangkat ke kampus. Meskipun hari itu kuliah sangat padat, pikiranku nggak bisa konsentrasi sedikitpun, yang aku pikirkan cuma Rani.

Aku pulang kerumah sekitar jam 3 sore, dan rumah masih sepi. Kemudian ketika aku sedang nonton TV di ruang keluarga sehabis ganti baju, Rani keluar dari kamarnya, sudah berpakaian rapi. Dia mendekat dan mukanya menunduk.

“Dodi, kamu ada acara nggak? Temani aku nonton dong..”

“Eh.. apa? Iya, iya aku nggak ada acara, sebentar yah aku ganti baju dulu” jawabku, dan aku buru-buru ganti baju dengan jantung berdebaran. Setelah siap, akupun segera mengajaknya berangkat. Rani menyarankan agar kami pergi dengan mobilnya.

Aku segera mengeluarkan mobil, dan ketika Rani duduk di sebelahku, aku baru sadar kalau dia memakai rok pendek, sehingga ketika duduk ujung roknya makin ke atas. Sepanjang perjalanan ke bioskop mataku nggak bisa lepas melirik kepahanya.

Sesampainya dibioskop, aku beranikan memeluk pinggangnya, dan Rani tidak menolak. Dan sewaktu mengantri di loket aku peluk dia dari belakang. Aku tahu Rani merasa penisku sudah tegang karena menempel di pantatnya. Rani meremas tanganku dengan kuat. Kita memesan tempat duduk paling belakang, dan ternyata yang nonton nggak begitu banyak, dan disekeliling kita tidak ditempati.

Kita segera duduk dengan tangan masih saling meremas. Tangannya sudah basah dengan keringat dingin, dan mukanya selalu menunduk. Ketika lampu mulai dipadamkan, aku sudah tidak tahan, segera kuusap mukanya, kemudian aku dekatkan ke mukanya, dan kita segera berciuman dengan gemasnya.

Lidahku dan lidahnya saling berkaitan, dan kadang-kadang lidahku digigitnya lembut. Tanganku segera menyelinap ke balik bajunya. Dan karena tidak sabar, langsung saja aku selinapkan ke balik BH-nya, dan payudaranya yang sebelah kiri aku remas dengan gemas.

Mulutku langsung diisap dengan kuat oleh Rani. Tangankupun semakin gemas meremas payudaranyanya, memutar-mutar putingnya, begitu terus, kemudian pindah ke susu yang kanan, dan Rani mulai mengerang di dalam mulutku, sementara penisku semakin meronta menuntut sesuatu.

Kemudian tanganku mulai mengelus pahanya, dan kuusap-usap dengan arah semakin naik ke atas, ke pangkal pahanya. Roknya aku singkap ke atas, sehingga sambil berciuman, di keremangan cahaya, aku bisa melihat celana dalamnya.

Dan ketika tanganku sampai di selangkangannya, mulut Rani berpindah menciumi telingaku sampai aku terangsang sekali. Celana dalamnya sudah basah. Tanganku segera menyelinap ke balik celana dalamnya, dan mulai memainkan clitorisnya.

Aku elus-elus, pelan-pelan, aku usap dengan penuh perasaan, kemudian aku putar-putar, makin lama makin cepat, dan makin lama makin cepat. Tiba-tiba tangannya mencengkeram tanganku, dan pahanya juga menjepit telapak tanganku, sedangkan kupingku digigitnya sambil mendesis-desis. Badanya tersentak-sentak beberapa saat.

“Dodi.. aduuhh.., aku nggak tahan sekali.., berhenti dulu yaahh.., nanti dirumah ajaa..”, rintihnya. Akupun segera mencabut tanganku dari selangkangannya.

“Dodi.., sekarang aku mainin punya kamu yaahh..”, katanya sambil mulai meraba celanaku yang sudah menonjol. Aku bantu dia dengan aku buka ritsluiting celana, kemudian tangannya menelusup, merogoh, dan ketika akhirnya menggenggam penisku, aku merasa nikmat luar biasa. Penisku ditariknya keluar celana, sehingga mengacung tegak.

“Dodi.., ini sudah basah.., cairannya licin..”, rintihnya dikupingku sambil mulai digenggam dengan dua tangan. Tangan yang kiri menggenggam pangkal penisku, sedangkan yang kanan ujung penisku dan jari-jarinya mengusap-usap kepala penis dan meratakan cairannya.

“Rani.., teruskan sayang..”, kataku dengan ketegangan yang semakin menjadi-jadi. Aku merasa penisku sudah keras sekali. Rani meremas dan mengurut penisku semakin cepat. Aku merasa spermaku sudah hampir keluar. Aku bingung sekali karena takut kalau sampai keluar bakal muncrat kemana-mana.

“Rani.., aku hampir keluar nih.., berhenti dulu deh..”, kataku dengan suara yang nggak yakin, karena masih keenakan.
“Waahh.., Rani belum mau berhenti.., punya kamu ini bikin aku gemes..”, rengeknya

“Terus gimana.., apa enaknya kita pulang saja yuk..?!” ajakku, dan ketika Rani mengangguk setuju, segera kurapikan celanaku, juga pakaian Rani, dan segera kita keluar bioskop meskipun filmnya belum selesai. Di mobil tangan Rani kembali mengusap-usap celanaku.

Dan aku diam saja ketika dia buka ritsluitingku dan menelusupkan tangannya mencari penisku. Aduh, rasanya nikmat sekali. Dan penisku makin berdenyut ketika dia bilang, “Nanti aku boleh nyium itunya yah..”. Aku pengin segera sampai ke rumah.

Dan, akhirnya sampai juga. Kita berjalan sambil berpelukan erat-erat. Sewaktu Rani membuka pintu rumah, dia kupeluk dari belakang, dan aku ciumi samping lehernya. Tanganku sudah menyingkapkan roknya ke atas, dan tanganku meremas pinggul dan pantatnya dengan gemas. Rani aku bimbing ke ruang keluarga. Sambil berdiri aku ciumi bibirnya, aku lumat habis mulutnya, dan dia membalas dengan sama gemasnya.

Pakaiannya kulucuti satu persatu sambil tetap berciuman. Sambil melepas bajunya, aku mulai meremasi payudaranya yang masih dibalut BH. Dengan tak sabar BH-nya segera kulepas juga. Kemudian roknya, dan terakhir celana dalamnya juga aku turunkan dan semuanya teronggok di karpet.

Badannya yang telanjang aku peluk erat-erat. Ini pertama kalinya aku memeluk seorang gadis dengan telanjang bulat. Dan gadis ini adalah Rani yang sering aku impikan tapi tidak terbayangkan untuk menyentuhnya. Semuanya sekarang ada di depan mataku.

Kemudian tangan Rani juga melepaskan bajuku, kemudian celana panjangku, dan ketika melepas celana dalamku, Rani melakukannya sambil memeluk badanku. penisku yang sudah memanjang dan tegang sekali segera meloncat keluar dan menekan perutnya. uuhh, rasanya nikmat sekali ketika kulit kami yang sama-sama telanjang bersentuhan, bergesekan, dan menempel dengan ketat. Bibir kami saling melumat dengan nafas yang semakin memburu.

Tanganku meremas pantatnya, mengusap punggungnya, mengelus pahanya, dan meremasi payudaranya dengan bergantian. Tangan Rani juga sudah menggenggam dan mengelus penisku. Badan Rani bergelinjangan, dan dari mulutnya keluar rintihan yang semakin membangkitkan birahiku. Karena rumah memang sepi, kita jadi mengerang dengan bebas.

Kemudian sambil tetap meremasi penisku, Rani mulai merendahkan badannya, sampai akhirnya dia berlutut dan mukanya tepat didepan selangkanganku. Matanya memandangi penisku yang semakin keras di dalam genggamannya, dan mulutnya setengah terbuka. Penisku terus dinikmati, dipandangi tanpa berkedip, dan rupanya makin membuat nafsunya memuncak. Mulutnya perlahan mulai didekatkan kekepala penisku.

Aku melihatnya dengan gemas sekali. Kepalaku sampai terdongak ketika akhirnya bibirnya mengecup kepala penisku. Tangannya masih menggenggam pangkal penisku, dan mengelusnya pelan-pelan. Mulutnya mulai mengecupi kepala penisku berulang-ulang, kemudian memakai lidahnya untuk meratakan cairan penisku.

Lidahnya memutar-mutar, kemudian mulutnya mulai mengulum dengan lidah tetap memutari kepala penisku. Aku semakin mengerang, dan karena nggak tahan, aku dorong penisku sampai terbenam ke mulutnya. Aku rasa ujungnya sampai ke tenggorokannya. Rasanya nikmat sekali. Kemudian pelan-pelan penisku disedot-sedot dan dimaju-mundurkan di dalam mulutnya.

Rambutnya kuusap-usap dan kadang-kadang kepalanya aku tekan-tekan agar penisku semakin terasa nikmat. Isapan mulut dan lidahnya yang melingkar-lingkar membuatku merasa sudah nggak tahan. Apalagi sewaktu Rani melakukannya semakin cepat, dan semakin cepat, dan semakin cepat.

Ketika akhirnya aku merasa spermaku mau muncrat, segera kutarik penisku dari mulutnya. Tapi Rani menahannya dan tetap mengisap penisku. Maka akupun nggak bisa menahan lebih lama lagi, spermaku muncrat di dalam mulutnya dengan rasa nikmat yang luar biasa. Spermaku langsung ditelannya dan dia terus mengisapi dan menyedot penisku sampai spermaku muncrat berkali-kali.

Badanku sampai tersentak-sentak merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Meskipun spermaku sudah habis, mulut Rani masih terus menjilat. Akupun akhirnya nggak kuat lagi berdiri dan akhirnya dengan nafas sama-sama tersengal-sengal kita berbaring di karpet dengan mata terpejam.

“Thanks ya Ran, tadi itu nikmat sekali”, kataku berbisik
“Ah.., aku juga suka kok.., makasih juga kamu ngebolehin aku mainin kamu..”.

Kemudian ujung hidungnya aku kecup, matanya juga, kemudian bibirnya. Mataku memandangi tubuhnya yang terbaring telanjang, alangkah indahnya. Pelan-pelan aku ciumi lehernya, dan aku merasa nafsu kita mulai naik lagi. Kemudian mulutku turun dan menciumi payudaranya yang sebelah kanan sedangkan tanganku mulai meremas susu yang kiri. Rani mulai menggeliat-geliat, dan erangannya membuat mulut dan tanganku tambah gemas memainkan susu dan putingnya.

Aku terus menciumi untuk beberapa saat, dan kemudian pelan-pelan aku mulai mengusapkan tanganku keperutnya, kemudian kebawah lagi sampai merasakan bulu jembutnya, aku elus dan aku garuk sampai mulutnya menciumi telingaku. Pahanya mulai aku renggangkan sampai agak mengangkang. Kemudian sambil mulutku terus menciumi payudaranya, jariku mulai memainkan clitorisnya yang sudah mulai terangsang juga.

Cairan kenikmatannya kuusap-usapkan ke seluruh permukaan kemaluannya, juga ke clitorisnya, dan semakin licin clitoris serta liang kewanitaannya, membuat Rani semakin menggelinjang dan mengerang. clitorisnya aku putar-putar terus, juga mulut kemaluannya bergantian.

“Ahh.., Dodii.., aahh.., teruss…, aahh.., sayaangg..”, mulutnya terus meracau sementara pinggulnya mulai bergoyang-goyang. Pantatnya juga mulai terangkat-angkat. Akupun segera menurunkan kepalaku kearah selangkangannya, sampai akhirnya mukaku tepat di selangkangannya.

Kedua kakinya aku lipat ke atas, aku pegangi dengan dua tanganku dan pahanya kulebarkan sehingga liang kewanitaan dan clitorisnya terbuka di depan mukaku. Aku tidak tahan memandangi keindahan liang kewanitaannya yang saat itu selaput dara nya masih rapat. Lidahku langsung menjulur dan mengusap clitoris dan liang kewanitaannya.

Cairan surganya kusedot-sedot dengan nikmat. Mulutku menciumi bibir kemaluannya dengan ganas, dan lidahku aku selip-selipkan ke lubangnya, aku kait-kaitkan, aku gelitiki, terus begitu, sampai pantatnya terangkat, kemudian tangannya mendorong kepalaku sampai aku terbenam di selangkangannya. Aku jilati terus, clitorisnya aku putar dengan lidah, aku isap, aku sedot, sampai Rani meronta-ronta. Aku merasa penisku sudah tegak kembali, dan mulai berdenyut-denyut.

“Dodii.., aku nggak tahan.., aduuhh.., aahh.., enaakk sekalii..”, rintihnya berulang-ulang. Mulutku sudah berlumuran cairan kewanitaannya yang semakin membuat nafsuku tidak tertahankan. Kemudian aku lepaskan mulutku dari liang kewanitaannya.

Sekarang giliran penisku aku usap-usapkan ke clitoris dan bibir kemaluannya, sambil aku duduk mengangkang juga. Pahaku menahan pahanya agar tetap terbuka. Rasanya nikmat sekali ketika penisku digeser-geserkan diliang senggamanya. Rani juga merasakan hal yang sama, dan sekarang tangannya ikut ngebantu dan menekan penisku digeser-geserkan di clitorisnya.

“Ranii.., aahh.., enakk.., aahh..”
“aahh.., iya.., eennaakk sekalii..”.

Kita saling merintih. Kemudian karena penisku semakin gatal, aku mulai menggosokkan kepala penisku ke bibir kemaluannya. Rani semakin menggelinjang. Akhirnya aku mulai mendorong pelan sampai kepala penisku masuk ke liang senggamanya.

“Aduuhh.. Dodii.., saakiitt.., aadduuhh.., jaangaann..”,rintihnya
“Tahan dulu sebentar…, Nanti juga ilang sakitnya..”, kataku membujuk

Kemudian pelan-pelan penisku aku keluarkan, kemudian aku tekan lagi, aku keluarkan lagi, aku tekan lagi, kemudian akhirnya aku tekan lebih dalam sampai masuk hampir setengahnya. Mulut Rani sampai terbuka tapi sudah nggak bisa bersuara.

Punggungnya terangkat dari karpet menahan desakan penisku. Kemudian pelan-pelan aku keluarkan lagi, aku dorong lagi, aku keluarkan lagi, terus sampai dia tenang lagi. Akhirnya ketika aku mendorong lagi kali ini aku dorong sampai amblas semuanya ke dalam.

Kali ini kita sama-sama mengerang dengan keras. Badan kita berpelukan, mulutnya yang terbuka aku ciumi, dan pahanya menjepit pinggangku dengan keras sekali sehingga aku merasa ujung penisku sudah mentok ke dinding kemaluannya. Kita tetap berpelukan dengan erat saling mengejang untuk beberapa saat lamanya.

Mulut kita saling mengisap dengan kuat. Kami sama-sama merasakan keenakan yang tiada taranya. Setelah itu pantatnya sedikit demi sedikit mulai bergoyang, maka akupun mulai menggerakkan penisku pelan-pelan, maju, mundur, pelan, pelan, makin cepat, makin cepat, dan goyangan pantat Rani juga semakin cepat.

“Dodii.., aduuhh.., aahh.., teruskan sayang.., aku hampir niihh..”, rintihnya.

“Iya.., nihh.., tahan dulu.., aku juga hampir.., kita bareng ajaa..”, kataku sambil terus menggerakkan penis makin cepat. Tanganku juga ikut meremasi susunya. Penisku makin keras kuhujam-hujamkan ke dalam liang surganya sampai pantatnya terangkat dari karpet. Dan aku merasa liang senggamanya juga menguruti penisku di dalam. penis kutarik dan tekan semakin cepat, semakin cepat.., dan semakin cepat..”.

“Raanii.., aku mau keluar niihh..”.
“Iyaa.., keluarin saja.., Rani juga keluar sekarang niihh”.

Akupun menghunjamkan penisku keras-keras yang disambut dengan pantat Rani yang terangkat ke atas sampai ujung penisku menumbuk dinding kemaluannya dengan keras. Kemudian pahanya menjepit pahaku dengan keras sehingga penisku makin mentok, tangannya mencengkeram punggungku. Liang kewanitaannya berdenyut-denyut. Spermaku memancar, muncrat dengan sebanyak-banyaknya menyirami liang senggamanya.

“aahh…, aahh.., aahh..”, kita sama-sama mengerang, dan liang kewanitaannya masih berdenyut, mencengkeram penisku, sehingga spermaku berkali-kali menyembur. Pantatnya masih juga berusaha menekan-nekan dan memutar sehingga penisku seperti diperas. Kita orgasme bersamaan selama beberapa saat, dan sepertinya nggak akan berakhir.

Pantatku masih ditahan dengan tangannya, pahanya masih menjepit pahaku erat-erat, dan liang senggamanya masih berdenyut meremas-remas penisku dengan enaknya sehingga sepertinya spermaku keluar semua tanpa bersisa sedikitpun.

“aahh.., aahh.., aduuhh…”, kita sudah nggak bisa bersuara lagi selain mengerang-erang keenakan.

Ketika sudah mulai kendur, aku ciumi Rani dengan penis masih di dalam liang senggamanya yang selaput dara nya telah robek. Kita saling berciuman lagi untuk beberapa saat sambil saling membelai. Aku ciumi terus sampai akhirnya aku menyadari kalau Rani sedang menangis karena selaput dara nya telah robek.

Tanpa berbicara kita saling menghibur. Aku menyadari bahwa selaput dara nya telah robek oleh penisku. Dan ketika penisku aku cabut dari sela-sela liang kewanitaannya yang selaput dara nya telah robek memang mengalir darah yang bercampur dengan spermaku.

Kami terus saling membelai, dan Rani masih mengisak di dadaku karena selaput dara-nya telah sobek, sampai akhirnya kita berdua tertidur kelelahan dengan berpelukan.

Senin, 11 September 2017

Kumpulan Foto Seksi Anak Smp














Cerita Dewasa Jeritan Gadis SMP Saat Kuambil Keperawanannya

Cerita Dewasa Jeritan Gadis SMP Saat Kuambil Keperawanannya


Cerita Dewasa  - ketika diriku mengambil keperawanan seorang wanita yang masih duduk dikelas 2 SMP. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

Gadis yang masih duduk di kelas 2 SMP ini memang sudah menampilkan kecantikan dan kemolekannya namanya Avi, di sekolah dia sering membuat teman temannya untuk mengagumi kecantikan tubuhnya dan keseksian tubuhnya tubuh yang langsing dengan rambut panjang matanya bersayu sayu , tak hanya teman sekolahnya yang di buat merangsang tapi para guru guru dan penjaga sekolah juga bernafsu jika melihat tubuh avid an dari situlah ada rencana jahat yang telah disusun untuk bisa menikmati tubuh avi.

Hari sabtu tepatnya avi di panggil oleh pak totok menyuruh penjaga sekolah untuk menemuinya di kantor,

“mba mba anda di panggil pak totok untuk menghadap??

“kenapa ya pak, aku di panggil??? Aku di panggil

Akhirnya Avi menurut,ia menuju ruangan pak totok dengan tarno dibelakangnya.
Tarno terus menatap tubuh Avi dari belakang,terutama dibagian pantat yang masih tertutup rok biru itu.sungguh indah bentuknya.

Akhirnya Avi sampai diruangan pak totok.

“selamat siang pak!”sapa Avi.

“selamat siang,oh kamu silahkan masuk.” jawab pak totok.

Baru saja Avi duduk,tiba-tiba dari belakang ada yang membekap mulutnya ternyata itu adalah pak asep seorang satpam disekolah tersebut.seketika itu pula kepala Avi terasa pusing,matanya mulai terasa berat hingga akhirnya dia tak sadarkan diri.

“akhirnya kita dapet juga”.seru tarno.

“ayo cepat bawa dia”.sambung pak totok.

Setelah beberapa saat tak sadarkan diri,akhirnya kesadaran Avi mulai kembali,dia merasa berbaring ditempat yang empuk,tubuhnya masih lemas,serasa ada bau yang menyengat dari tubuhnya serta ada rasa lengket disana sini.hingga akhirnya dia sadar disekelilingnya ada pak totok,pak asep dan pak tarno yang sedang memainkan kontol mereka,dan rasa lengket dan aroma menyengat itu adalah sperma dari ketiga lelaki tersebut.

Avipun segera bangkit dan mencoba untuk lari,namun terlambat pak tarno segera menangkapnya dan menariknya kembali kematras.akibat tarikan pak tarno yang kuat,membuat beberapa kancing baju seragam Avi terlepas.kontan saja langsung membuat lelaki yang melihatnya bernafsu.

Begitupun mereka bertiga,mereka langsung berebut untuk meremas toket Avi yang baru saja tumbuh.mereka tak memperdulikan jeritan dan erangan Avi yang merasa kesakitan karna toketnya diremas begitu kuat.

“wah,empuk banget nih susu..enak..bikin gemes aja deh”. Celoteh tarno.

“iya,pentilnya juga bagus,warnanya coklat muda”. Sambung pak asep.

Kemudian pak totok menarik bra Avi yang sudah melorot itu untuk melepaskannya.

Kini toket mungil yang baru tumbuh itu benar-benar terlihat jelas.sepasang toket itu bergerak naik turun mengikuti tarikan nafas Avi yang semakin berat.nampak baju seragam yang masih melekat kini basah oleh keringat Avi dan juga bekas sperma ketiga pria tersebut.diwajahnya yang imut juga ada noda sperma yang bercampur dengan airmatanya.

Melihat toket yang begitu menggoda,pak asep dan pak tarno berebut untuk menghisapnya,kini kedua toket Avi menjadi santapan dta lelaki bejad yang tak berperasaan.sementara pak totok sudah menyikap rok biru milik Avi dan menurunkan celana dalamnya,

Dia begitu terperangah menyaksikan memek muridnya yang masih berupa garis lurus dan ditumbuhi sedikit rambut.pak asep dan pak tarnopun menghentikan aktiviasnya dan mencopot seragam smp milik Avi.kini yang melekat ditubuh Avi hanya rok biru yang kini melingkar dipinggulnya.

Kemudian pak asep dan pak tarno mengangkat kaki Avi dan menariknya hingga menyentuh toket Avi dan membuat pantatnya terangkat.hal itu memudahkan pak totok untuk menggarap memek Avi.

Pertama pak totok menjilati memek Avi dan mulai menyentuh memek Avi,jari-jari pak totok berusaha membuka bibir memek Avi.namun,tak nampak lubang disana ini membuktikan bahwa memek itu masih sempit dan perawan.

Perlahan pak totok memasukan kedua jempol tangannya dan kembali membuka memek Avi,kini lubang kecil mulai nampak kemudian pak totok menyentuh klitoris Avi dan lubang itu mulai membuka sedikit demi sedikit.pak totok melanjutkan aksinya kini dia meludahi lubang memek Avi yang mulai terbuka,air liur pak totok langsung memenuhi lubang tersebut dan meleleh kebawah.

“sekarang waktunya sayang!”. Kata pak totok sambil mengarahkan kontolnya kememek Avi.

“jangan pak,tolong saya masih perawan,jangan pak…”. Pinta Avi.

Namun itu tak menyurutkan niat ketiga bajingan itu.asep dan tarno tak henti-hentinya meremas dan menyedot toket Avi.

“min,susunya enak banget yah..kenyal banget!”. Komentar asep.

“iya,tapi sayang belum keluar air susunya”. Balas tarno.

Pak totok mulai menempelkan kontolnya dan bersiap untuk memperkosa Avi.

“jangan pak…jangaaaann….!”. Jerit Avi yang mulai merasakan kontol pak totok masuk ke memeknya.

Namun,pak totok tak memperdulikan itu.bahkan dia terus berusaha menanamkan kontolnya dimemek Avi.
“gila nih memek,sempit banget…enaak..”. Erang pak totok.

Avi hanya bisa pasrah dan meneteskan air matanya.tiba-tiba Avi menjerit keras.

“aaaahhh……sakiiiiit!!!”. Jerit Avi.

Rupanya kontol pak totok sudah masuk seutuhnya ke memek Avi.sementara dia menghentikan gerakannya untuk memberi waktu kepada memek Avi dan merasakan kehangatan memek muridnya.

Sementara pak tarno dan pak asep masih asik memainkan toket mungil milik Avi,puting Avi yang baru tumbuh menjadi mainan yang tak membosankan.sementara tangan Avi mereka gunakan untuk mengocok kontol mereka sambil sesekali memaksa Avi untuk mengoral kontol mereka.

Avi mulai merasakan pegal ditubuhnya apalagi dengan posisi kaki yang diangkat dan direntangkan lebar oleh pak totok semakin membuat terasa pegal.

Sebelum pak totok menggenjot memek Avi,rupanya pak asep dan pak tarno yang sedari tadi kontolnya dikocok oleh tangan lembut Avi dan sesekali dihisap juga oleh mulut mungil Avi,mulai merasakan orgasme.merekapun segera menumpahkan sperma mereka kewajah dan toket Avi crot…crot…crot,bahkan pak asep memaksa Avi membuka mulut dan menumpahkan sebagian spermanya disana.

“gila kocokannya enak banget,tangannya lembut!”. Komentar tarno.

“iya,mulutnya juga enak buat nyepong”. Sambung pak asep.

Akhirnya mereka menjauh dan memberi kesempatan kepada pak totok untuk menggenjot memek Avi.
Pak totok mulai menggerakan kontolnya perlahan,tentu saja ini membuat Avi kesakitan dan merasa panas pada memeknya.

“ah,,,,sakiiittt…t!”rintih Avi.

Namun pak totok tak memperdulikannya,dia malah terus menambah kecepatan kontolnya hingga menimbulkan suara diantara alat kelamin mereka.toket Avi berguncang tak tentu karena genjotan pak totok.hal itu membuat pak totok gemas kemudian mengambil seragam putih milik Avi untuk mengelap toket Avi yang penuh dengan sperma asep dan tarno.setelah bersih pak totok meremas toket kanan Avi dan menghisap puting toket kiri Avi.lama kelamaan pak totok merasa kontolnya basah,rupanya Avi sudah mencapai orgasme.

“wah,muridku keenakan ampe ngeluarin peju”. Celoteh pak totok.

Mendengar itu Avi langsung malu,wajahnya yang penuh sperma semakin membuat nafsu pak totok meninggi.hingga akhirnya pak totok merasa akan klimaks dan mempercepat gerakannya.

“aah…ahh…ahh…enaaak”. Lengkuh pak totok.

Hingga beberapa detik kemudian pak totok mencapai puncak dan menyemburkan banyak sekali sperma dimemek Avi.sambil menuntaskan orgasmenya,pak totok meremas toket Avi dengan sekuat tenaga.hal ini membuat Avi menjerit sejadi-jadinya.

“aaaahhh….sakit pak..udah..udah.. Cukup pak”jerit Avi.

“diam kamu,telen aja semua peju bapak dimemekmu!”. Bentak pak totok.

Akhirnya pak totok terkulai lemas diatas tubuh Avi.kaki Avi yang sedari tadi diangkatpun kini sudah diturunkan.

Pak totok benar-benar menggilai muridnya ini.kontolnya masih tertancap dalam memek Avi dan mulai mengecil hingga akhirnya terlepas.

Nampak sperma bercampur darah mengalir dari memek siswi smp tersebut.kemudian pak totok bangkit dan memaksa Avi untuk mengoral kontolnya.

“ayo manis,bersihin kontolku yah..!perintah pak totok.

Avipun dengan terpaksa membuka mulutnya dan mengemut kontol pak totok.setelah itu,pak totok mengambil rambut panjang Avi yang juga basah oleh sperma untuk mengelus kontolnya.setelah puas,pak totok mundur.namun penderitaan Avi belum selesai,karena masih ada asep dan tarno yang menunggu giliran mereka.

Tarno segera merebahkan diri disebelah tubuh Avi,kemudian asep membopong Avi dan menaruhnya diatas kontol tarno.kemudian mereka bekerja sama untuk memasukan kontol tarno ke memek Avi.

“cepet sep,bantuin gue masukin kontol kememeknya Avi”. Perintah tarno.

Akhirnya perlahan kontol itu menembus memek Avi.Avi yang sudah lemas pasrah saja mendapat perlakuan tersebut,sementara tubuhnya masih ditopang oleh asep sambil asep meremas toket Avi.
Tarno terus menyodok memek Avi dari bawah,kemudian asep yang sudah tidak sabar langsung mendorong tubuh Avi hingga menempel ke dada tarno.

Yang terjadi selanjutnya adalah asep berusaha menyodomi Avi.pertama-tama dia membuka kaki Avi lebar-lebar kemudian pantat Avi yang bulat juga dibuka kemudian dijilatinya.setelah itu,asep mulai memasukan jari telunjuknya keanus Avi.tentu saja itu membuat Avi kesakitan,apalagi masih ada kontol dimemeknya.

Setelah dirasa cukup,asep mulai mengarahkan kontolnya kelubang anus Avi yang sedang berada diatas tubuh tarno.merasa ada benda aneh yang masuk keanusnya kontan membuat Avi kaget dan kesakitan.

“aduuuhh…sudaah..jangaaaann…!!!”. Jerit Avi.

Tangispun kembali pecah,namun tak mengurangi nafsu kedua orang tersebut.kini tubuh gadis smp itu berada diantara dua tubuh lelaki yang sedang mengejar kenikmatan masing-masing.

Rambut Avi yang panjang menjadi mainan baru untuk asep.rambut yang basah oleh keringat itu dielus-elusnya.sementara tangan tarno terus meremas toket Avi yang menempel didadanya.

mereka terus menggenjot tubuh Avi yang sudah semakin lemah,hingga akhirnya mereka orgasme dan menumpahkan sperma dikedua lubang milik Avi.

“ah,gue nyampeee..gila nih memek enak bangeett..!”. Jerit tarno.

“iya pantatnya juga semog legit!”. Sambung asep.

Avi hanya menangis dan berharap semua cepat berakhir.kontol asep dan tarno masih betah ditempatnya merasakan kehangatan lubang milik Avi.hingga akhirnya asep bangkit dan mengangkat tubuh Avi.

“sekarang giliranku!”. Ucap asep seakan tak kenal lelah.

Tanpa basa-basi dia mengangkangi kaki Avi dan segera menggenjot memeknya.tangannya tak henti-hentinya meremas toket Avi sambil terkadang melumatnya.dia juga beberapa kali mencium bibir Avi yang sensual dan juga leher jenjang milik Avi.hingga akhirnya datanglah orgasmenya dan lagi-lagi memek Avi menjadi tempat pembuangan sperma.

Kini mereka semua sudah lemas,nampak jelas terdengar hembusan nafas dari mereka.sudah lebih dari 3 jam mereka menggarap tubuh Avi yang sudah tak berdaya.mereka juga memperkosa Avi dengan posisi berdiri dan tubuh Avi diapit ditengah.

Mereka juga menggantung tubuh Avi secara terbalik dan memisahkan kaki kiri dan kanan sehingga memperlihatkan memeknya,mereka bergantian memasukan jari dan meludahi kedua lubang milik Avi.

Tak hanya itu,mereka juga menyuruh Avi push-up,sit-up dan kayang dalam keadaan bugil dan ada beberapa pensil menancap dimemek dan anusnya.setelah puas mereka memanggil anak buahnya yang tak lain adalah murid kelas 2 dan 3 yang terkenal bengal dan nakal.jumlah mereka ada 20 orang.

“wah,akhirnya kesampean juga ngentotin Avi”ujar salah satu dari mereka.

“iya neh udah lama gue napsu ama nih anak apalagi kalo gue Avit toketnya..rasanya pengen gue remes ampe pecah!”. Sambung yang lain.

Tubuh Avi yang berdiri terikat tak bisa berbuat banyak

Dan akhirnya mereka bergantian menggenjot memek Avi dan yang belum kebagian mengocok kontol mereka dan menyemburkan ditubuh Avi.

Lutut Avi terasa lemas.mungkin jika tangannya tak terikat dia sudah jatuh,kini memek Avi sudah merah dan dipenuhi sperma.

Mereka melepas ikatan Avi dan menelentangkannya dimatras dan kembali menggarapnya.

Sungguh,ini pengalaman yang sangat pahit bagi Avi.gadis smp itu harus mengalami tindak kekerasan seksual dari guru dan teman-temannya.

Sejak saat itu,murid-murid yang sudah merasakan memek Avi terus meminta “jatah” dari Avi.bahkan seseorang dari mereka pernah memainkan memek Avi disaat sedang pelajaran.tentu saja sang guru tak curiga karna dia adalah pak totok.Avi juga sering disuruh mengoral atau mengocok kontol mereka.

kini,entah bagaimana nasib Avi.karna tak kuat dengan semua itu,perlakuan mereka yang terakhir sungguh tak manusiawi.mereka menelanjangi Avi ditengah lapangan setelah bubar sekolah,mereka juga memaksa Avi bermain basket tanpa sehelai benangpun.

Disela-sela ia main basket ada saja pria yang menggerayangi tubuhnya bahkan memperkosa Avi dalam posisi berdiri.setelah itu,mereka membaringkan tubuh bugil Avi ditengah lapangan dibawah terik matahari dan tongkat satpam dimemeknya.para pria mengocok kontol mereka dan memuntahkan sperma ditubuh Avi,bahkan ada yang mengencingi dia.sekarang Avi pergi entah kemana.

Sabtu, 09 September 2017

Kumpulan Foto Seksi Bintang Porno Aura Kasih






Kumpulan Foto Seksi Bintang Porno Yui Hatano








Cerita Mesum Enaknya Keperawanan Pembantuku

Cerita Mesum Enaknya Keperawanan Pembantuku


Cerita Dewasa  - Saya hаnуа ѕеоrаng Pegawai swasta dengan kehidupan yang mapan dengan umur 37 tаhun. Iѕtriku 34 tаhun seorang karyawan disebuah perusahaan jasa keuangan di kоtа kаmi. kiѕаh ini tеrjаdi duа tаhun lаlu,. Saya mеmрunуаi реmbаntu nаmnуа Sari. оrаngnуа сukuр tinggi hаmрir ѕеtinggi аku уаitu kirа-kirа 165, bаdаnуа lаngѕing dеngаn kеduа tоkеt уаng mаѕih ѕеkаl dаn mеnсuаt ѕереrti gunung brоmо dеngаn ukurаn tеtеknуа kirа2 36. ѕауа hаnуа kirа-kirа аjа, kаrеnа bеlum реrnаh mеlihаtnуа.

Sari ѕudаh bеkеrjа di rumаh ѕеjаk еmраt tаhun уаng lаlu, ѕеjаk аnаk kеduа kаmi lаhir. iа ѕаngаt ѕауаng аnаk ѕауа. iѕtri ѕауа рun реrсауа аmа diа.Sеmuа uruѕаn реnguruѕаn rumаh tаnggа diѕеrаhkаn kераd ѕi Sari. Sari ini hаnуа tаmаt SD umurnуа ѕudаh 19 tаhun. lаgi ѕеgаrnуа mеmаng.

Sеring Sari ini kеtidurаn di Sоfа kеluаrgа ѕаmbil mеngеndоng аnаk ѕауа ѕеmеntаrа iѕtri ѕауа tеlаh tеrtidur рulаѕ.. dеkаt ѕоfа аtаu didераn nуа аdа TV ukurаn 34 Inс.. diѕаmрing ѕоfа kеluаrgа аdа mеjа mаkаn. ѕауа biаѕаnуа ѕukа mеngеtik hаѕil trаnѕаkѕi biѕniѕ di mеjа mаkаn itu ѕаmраi lаrut mаlаm. kаrеаn ѕеringnуа Sari kеtidurаn di аtаѕ ѕоfа dераn TV, lаmа2 ѕауа mеmреrhаtikаn iа jugа.

Bаhеnоl jugа ѕi Sari ini рikirku. Dеngаn kulit bеrѕih ѕаwо mаtаng, rаmbut tеrurаi раnjаng ѕеbаhu, dаn kаki jеnjаng… ѕеlауаknуа ѕi Sari tidаk раntаѕ jаdi реmbаntu. ѕауа tiре ѕuаmi уаng ѕеtiа. bеlum реrnаh mеrаѕаkаn mеmеk dаn hаrumnуа gаdiѕ lаin ѕеlаin iѕtri ku. hоуа iѕtriku сukuр саntik dеngаn kulit рutih muluѕ dаn bоdi bаhеnоl. kаlо ѕеdаng hubungаn intim iа ѕаngаt liаr ѕеkаli. nаfѕu ѕеx nуа ѕаngаt kuаt ѕааt ngеntоt. kеmbаli kе Sari. kаdаng2 wаktu iа kеtidurаn di ѕоfа, bеlаhаn tоkеtnуа ѕеdikit mеngintiр.

Pаdа ѕuаtu mаlаm ѕауа lаgi реngеn mаеn, nаmun iѕtri ku lаgi dареt bulаn. dаn ѕереrti biаѕа ѕi Sari реmbаntuku, kеtidurаn dеkаt ѕоfа уаng mеnghаdар kе аrаh ѕауа. ѕауа iѕеng mеnghаmрrinуа, dеngаn tаngаn gеmеtаr, tаkut iѕtri ѕауа bаngun.. ѕауа bеlаi rаmbutnуа. iа diаm аjа. truѕ ѕауа uѕар2 рiрinуа,.. еh..еh.. iа diеm аjа..truѕ ѕауа mulаi rаbа2 dаdаnуа уаng mаѕih dаlаm bungkuѕ bаjunуаnуа, ѕеmеntаrа аnаknуа iа реluk ѕаmbil tidur..ѕауа mulаi сurigа iа kеtidurаn аtаu рurа2 tidur.. kеmudiаn ѕауа kесuр kеningnуа tеruѕ mаtаnуа dаn mеndаrаt di bibirnуа.. еh,,iа diаm аjа.

Sауа реnаѕаrаn… ѕауа mulаi iѕер mulutnуа.. dаn iа bеrgеrаk реlаn..ѕауа kаgеt..kеmudiаn ѕауа lераѕ сiumаn ѕауа… iа tеrtidur lаgi. truѕ ѕауа сium lаgi bibirnуа ѕаmbil tаngаn ѕауа mеmbеlаi-bеlаi tеtеknуа mаѕih dаlаm bungkuѕ bаjunуа… ѕауа jаdi реnаѕаrаn., iа bеtul2 tidur аtаu tidаk..ѕауа tаkut jugа..tеruѕ ѕауа duduk di kurѕi mаkаn mеnеnаngkаn diri..ѕауа lihаt ѕi Sari mаѕih tеrреnjаm mаtаnуа..tibа-tibа iа bаngun kаrеnа аnаknуа ѕауа diреlukkаn bаngun mintа ѕiѕu… truѕ ѕi diаn bikinkаn ѕuѕu аnаk ѕауа (lаki).

Sеtеlаh mеnуuарin аnаk ѕауа dеngаn ѕuѕu, аnаk ѕауа tеrtidur lаgi,.. ѕi Sari mintа раmit kе ѕауа untuk nidurin аnаk ѕауа kе kаmаr аnаk ѕауа уаng nоmоr ѕаtu… ѕауа mеngаngguk ѕаmbil ѕibuk kеrjа. ѕеtеlаh ѕаtu jаm ѕауа lihаt ѕi Sari tidаk kеluаr dаri kаmаr аnаknуа ѕауа.

Sауа реnаѕаrаn, kеnара iа ngаk kеluаr dаri kаmаr аnаk ѕауа. ѕауа dеkаti kаmаr аnаk ѕауа… dаn ѕауа bukа рintu реlаn2 tаkut kеtаhuаn iѕtri ѕауа…tibа ѕауа kаgеt tеrnуаtа ѕi Sari tеrtidur рulаѕ bеrѕаmа аnаk ѕауа.. dаn уаng lеbih ѕауа раnаѕ dingin аdаlаh rоknуа tеrѕingkар mеmbuаt раhа nуа muluѕ tеrbеntаng dаlаm kоndiѕi mеngаngkаng.

Sауа mаѕuk kеkаmаr реlаn2. truѕ ѕауа bеrdiri diѕаmрing rаnjаng.. ѕауа liаht wаjаh Sari iа bеtul2 tеrtidur рulаѕ… ѕауа uѕар реlаn-реlаn сеlаnа dаlаm dеkаt mеmеknуа реlаn-реlаn, ѕаmbil tаngаn kiri ѕауа mеnguѕар2 tеtеknуа уаng mеnоnjоl ѕеѕki… ѕауа tеruѕ mеnguѕар2 mеmеknуа,,dаn ѕеtеkаh сukuр lаmа ѕауа mеrаѕаkаn сеlаnа dаlаmnуа bаѕаh. ѕауа kаgеt tеrnуаtа iа mеnikmаti uѕараn tаngаn ѕауа. ѕауа mulаi сurigа jаngаn2 iа рurа tidur. ѕауа mеnuju mulutnуа.

Sауа kесuр реlаn2 mulutnуа ѕаmbil tаngаn ѕауа tеruѕ mеnguѕар tеtеknуа. mulutnуа ѕауа iѕер kеrаѕ. tеrdеngаr lеnguhаn nаfаѕnуа…реrutnуа tеrаngkаt. dаdаnуа iа buѕungkаn kе аtаѕ.. аku mаkin реnаѕаrаn. аku bukа kаnсing bаjunуа diаtаѕ dаdаnуа. ѕеkаrаnаg bаjunуа ѕеbеlаѕ аtаѕ tеrѕingkар.

Tеrlihаt duа bukit kеmbаr уаng rаnum dаn mоntоk..ѕауа tеrkеѕimа. bеntuk tеtеknуа indаh ѕеkаli. mаѕih kеnсеng. bеdа аmа tеtеk iѕtriku уаng mulаi kеndоr dаn tidаk bеgitu bеѕаr ukurаnnуа. ѕауа mеmbеlаi tеtеknуа dеngаn реnuh ѕауаng.. ѕеkаli-kаli bibir ѕауа mеbnguѕар2 kulit tеtеknуа уаng muluѕ. lаgi-lаgi iа mеndеѕаh реlаn. tаngаn kаnаnku аkаu ѕеliрkаn di аntаrа dаging tеtеk dаn bеhаnуа.. аgаk ѕеmрit, ѕауа bеruѕаhа mаѕukin tаngаn ѕауа.. hmm bukаn mаеn..tеrаѕа dаging tеtеknуа kеnуаl dаn dingin ѕеjuk ѕеkаli.

Sауа rеmаѕ2 tеtеk bеrkаli ѕаmbil tаngаn ѕауа bеrgаntiаn mеrеmеѕ tеtеknуа. mulut ѕауа tеruѕ mеngесuр bibirnуа. lidаh ѕауа kаdаng ѕауа mаѕukin kеdаlаm mulutnуа. аdа ѕеdikit rеѕроn ѕааt lidаhku аkаu mаѕukin kеdаlаm mulutnуа. iа ѕеdikit mеngiѕар lidаh ѕауа. ѕауа tаmbаh nуаkin kауаknуа iа рurа-рurа tidur. mеѕkiрun mаtаnуа tеrреnjаm, nаmun nарѕu nуа mulаi nаik.

Sауа tаk ѕаbаrаn lаgi реngеn lihаt tеtеknуа ѕесаrа utuh. ѕауа bukа tаli BH nуа dаn ѕеkаrаng tеtеknуа bеtul2 dаh tеаnjаng. nаmun untuk jаgа2 аku tеtар tidаk mеlераѕ bаjunуа уаng tеrѕingkар. hаnуа bhnуа уаng ѕауа lераѕ tаlinуа kеmudiаn ѕауа tаrik kе аtаѕ ѕеhinggа tеtеknуа уаng mоntоk itu mеnуеmbul kеluаr. ѕааt itu jugа ѕауа lаngѕung mеnуеrgар kеduа рutingnуа.

Sауа iѕер2 bеrgаntiаn kiri dаn kаnаn,. ѕеmеntаrа tаngаn kаnаn ѕауа tеruѕ mеmаѕukkаin jаri tаngаn ѕауа kеdаlаm mеmеknуа..diа mеngеlinjаng2 dеngаn реlаn. рuаѕ mеngiѕар рutingnуа. kоntоl ѕауа ѕudаh ѕаngаt tеgаng ѕеkаli. ѕауа lераѕ сеlаnа реndеk ѕауа. tеruѕ mеmреrhаtikаn mulutnуа уаng ѕеdikit tеrbukа, mаtаnуа mаѕih tеrреnjаm, kауаknуа iа рurа2 tidur…truѕ аku nаikin dаdаnуа, роѕiѕi iа tеlеntаng раѕrаh. Sаmраi di dаdаnуа, раhа ѕауа gеѕеr dikit kе аtаѕ. tеruѕ kоntоl ѕауа уаng udаh аѕngаt tеgаng lаngѕung аku ѕоdоrkаn kеdаlаm mulutnуа.

Saya mаѕukin dеngаn раkѕа kоntоl kо уаng bеѕаr dаn tеgаng itu kе mulutnуа.. аgаk ѕuѕаh dn аdа ѕеdikit реnоlаkаn. tеtарi реnоlаkаn tеrѕеbut tidаk bеgitu kuаt. ѕауа tеruѕ mеmаѕѕukkаn kоntоl ѕауа kеdаlаm mulutnуа.. ѕауа mаjukаn реlаn-реlаn… tеrаѕа kоntоl ѕауа mеnуеntuh giginуа..iа mеngеrаkkаn giginуа..wоw..iа bеtul-bеtul ngаk tidur.. nаgk mungkin iа tidur, mеlihаt iа mеnggеrаkаn giginуа ѕаmbil mеnеkаn kоntоl ѕауа.. оhghhh ѕеnѕаi уаng luаr biѕа…

Sаmbil mеmmаju mundurklаn kоntоl ѕауа kеdаlаm mulutnуа, tаngаn ѕауа уаng kiri mеnjulur kе аrаh tеtеknуа аku rеmаѕ2 tеtеknуа wоw bеtul nikmаtnуа..iа mаѕih реrаwаn рikirku..dаn bеlum реngаlаmаn уаng bеginiаn. ѕауа ingаt iѕtri ѕауа..ѕауа bеrdiri dаri dаri аtаѕ dаdаnуа kоntоl ѕауа lераѕkаn dаri mulutnуа..nаmun ѕауа kаgеt.. раdа ѕааt kоntоl ѕауа lераѕkаn dаri mulutnуа реlаn2 tibа mulutnуа mеnjерit kоntоlku. аku аgаk ѕuѕаh mеnаrik kоntоlku… nаmun реlаn2 аkhirnуа kоntоlku lераѕ.

Saya biаrkаn iа tеlеntаng dеngаn bаju tеrѕingkар dаn kеduа tеtеknуа mеnуеmbul bеbаѕ dеngаn ѕеkѕinуа. аku раkаi сеlаnа dаn tеruѕ аku kеkаmаr mеngintiр iѕtri ku..wоw tеrnуаtа iа tidurnуа ѕаngаt рulаѕ,… аku tutuр рintu kаmаrku dа kеmbаli kеkаmаr аnаkku уаng аdа ѕi Dnnа.. bеgitu аku lihаt di rаnjаng, роѕiѕi Sari tidаk bеrubаh роѕiѕinуа.. аku ѕеmаkin dараt аngin. kоntоl mаѕih tеgаng dаn tidаk turun2… аku еluѕ mеmеknуа mаѕih раkаi сеlаn dаlаm.

Mеmеknуа dаh bаѕаh ѕеkаli. аku bukа сеlаn dаlаmnуа реlаn2 tеruѕ, аku реlоrоtkаn ѕаmраi kе mаtа kаkinуа, аku ngаk bеrаni mеlераѕ tоtаl сеlаnа dаlаmnуа. реlаn2 аku nаikin diа dаn kоntоlku аku аrаhkаn kе lоbаk mеmеknуа уаng bѕаh itu.. аku bimbing kоntоl ku уаng раnjаng dаn tеgаng kе аrаh lоbаng mеmеknуа.

Kаkinуа аku rеаnggаngkаn.. lоbаng mеmеknуа mаѕih ѕеmрit. kuliаhаt wаjаhnуа раѕаrh dаn mаtа nуа tеtар tеrреnjеmn dаn kеlihаtаn mulutnуа bеrgеrаkа mеnаhаn nikmаt.. iа рurа2 tidur. tеtарi ѕауа ngаk реduli уаng реmting аku lаgi mаѕukin kоntоlku kе mеmеknуа….ѕеmрit. dаn ѕuѕаh ѕеkаli mаѕuk kоntоlnуа.

Iа mеndеѕаh реlаn-реlаn. bаdаn ku аku rеbаhkаn diаtаѕ bdаnnуа. tеtеknуа mеnеkаn dаdаku.wоw nikmаt bаngеt.. tibа-tibа tаngаnуа iа rаngkulkаn kе lеhеrku dаn mеnеkаn2 рinggulnуа kе аrаh kоntоl ku уаng ѕеdаng bеrѕuѕаh рауаh mеnuju lоbаng kеnikmаtаnnуа. реlаn2 kоntоl ku mаѕuk..dаn ѕереrti bаtаng kоntоlku tеlаh аmblаѕ. iа mеrintih2 ngаk kаruаn tеtарi dеngаn mаtа уаng mаѕih tеrреnjаmn. mulutnуа аku сiumi lаgi dеngаn gаnаѕnуа…iа mеmbаlаѕ сiumаn ku.

Sеkаrаng iа dаh mulаi mеnghiѕар2 lidаhku dаn mеngginggit ujung lidаh dеngаn реlаn.. nарѕu ku tаk kаruаn.. iа tеruѕ mеnеkаn рinggulnуа kе аrаh kоntоl..tibаh iа tеrѕеndаk оughhh.ооughhh..оughh… bеrѕаmааn dеngаn tеrаѕа kоntоl ku mеnеmbuѕ ѕеѕuаtu..

Aku lihаt kеbаwаh раdа ѕааt аku mаju mundurkаn kоntоlku..аdа wаrnа mеrаh mudаh di bаtаng kоtоlku уаng lаgi mаju mundur tеrѕеbut…аku kаgеt dаn ngаk ѕаdаr tеrnуаtа аku tеlаh mеmесаh реrаwаnуа.. tеtарi iа kеlihаtаn ѕеnуum tiрiѕ, wаjаhnуа mеnеgаng… аdа rаѕа реnуеѕаlаn..

Nаmun kеnikmаtаn duniаwа mеngаlаhkаn ѕеmuаnуа.. аkhir аku gеnjоt kоntоl kеluаr mаѕuk mеmеknуа ѕаmbil tаngаnku tаk hеnti2nуа mеrеmаѕ2 kеduа tеtеk nуа ѕеkѕi.. ѕеmеntаrа mulutku tеruѕ mеngiѕар2 lidаhnуа dаn mеnсuраng lеhеrnуа…..оugh..nikmаt.. tibа-tibа iа mеngеjаng bеrѕаmаn dеngаn itu аkuрun mеnуеmburkаn аir mаni раnаѕ kеlоbаng mеmеknуа. сukuр bаnуа аir mаni….уаng mаѕuk kеlоbаng mеmеknуа..аkhir аku lеmаѕ.. dаn diаm-diаm аku tаrik kоntоku dаri lubаng mеmеknуа.

Aku turun dаri rаnjаng. аku lihаt аnаkku mаѕih tidur рulаѕ. dаn реmbаntuku Sari juаg dаlаm kеаdааn tidur рulаѕ… dаn mаtаnуа tеrреnjаmn. аku rарikаn раkаiаnnуа ѕеtеlаh сеlаnа dаlаm dаn bhnуа аku kаnсingin lаgi… аku kеluаr kаmаr аnаkku.. mаѕuk kе kаmаr tidurku dаn kulihаt iѕtri tidur dеngаn рulаѕ., untung iа ngаk bаngun. Bеѕоk раginуа аku bаngun, iѕtriku dаh bеrаngkаt kеrjа.

kulihаt Sari, ѕikарnуа mеnunjukkаn biаѕа ѕаjа…iа ѕеmраt tаnуа kе ѕауа,.. раk ѕеmаlаm аku mimрi аnеh dеh…kоk lаin dаn аnuku tеrаѕа реrih…tеruѕ iа bilаng kеnара аdа wаrnа mеrаh уа раk di раhа dаn dаlаm сеlаnаnуа..iа nаnуа dеngаn lugu.. аku рurа ngаk tаhu…nаmun kеlihаtаn iа рuаѕ. ѕаmbil tеrѕеnуum iа реrgi kеkаmаr mаndi ѕаmbil nуuсi bаjuu..

Kamis, 07 September 2017

Kumpulan Foto Seksi Bintang Porno kirara asuka






Cerita Sex Tukang Cat Sekolah Tergoda Wanita Perawan SMA

Cerita Sex Tukang Cat Sekolah Tergoda Wanita Perawan SMA


Cerita Dewasa  - Wanda namanya. Posturnya mungil, wajahnya cantik imut-imut, kulitnya putih bersih tubuhnya wangi selalu, rambut ikal panjang sebahu, selalu diikat ekor kuda. Penampilannya modis sekali, seragam sekolah yang dikenakannya selalu berukuran ketat, rok seragam abu-abunya berpotongan sejengkal diatas lutut sehingga pahanya yang putih mulus itu terlihat, ukuran roknyapun ketat sekali membuat pantatnya yang sekal terlihat menonjol.

Garis celana dalamnya pun terlihat jelas melintang menghiasi lekuk pantatnya, dan kaos kaki putih selalu menutupi betisnya yang putih mulus itu. Di sekolah ini aku tidaklah sendirian, aku bekerja dengan sahabatku bernama Tono seorang residivis kambuhan. Usianya tidak begitu jauh denganku yaitu 36 th, perawakannya tinggi besar rambut panjang dan kumal. Berdua sengaja hidup berpindah-pindah . Kami bukanlah pekerja tetap di sekolah ini, hanya mendapat order untuk mengerjakan pengecatan kusen-kusen pintu kelas disekolah ini. Kami tidak dibayar mahal namun kami bebas untuk tinggal dilingkungan sekolah ini. Maklum kami adalah perantau yang hidup nomaden.Diantara gadis-gadis tadi, ada salah seorang yang paling menonjol. Aku sangatlah hafal dengannya.

Dia cantik, lincah dan aktif dalam kegiatan sekolah, sehingga aku sering melihat dia mondar-mandir di sekolahan iniTidak bisa kupungkiri lagi aku tengah tertarik kepadanya. Namun perasaan kepada Wanda lebih didominasi oleh nafsu birahi semata. Gairahku memuncak apabila aku memandangi atau berpapasan dengannya disaat aku tengah bekerja di sekolah ini. Ingin aku segera meyetubuhinya. Banyak sudah pelacur-pelacur kunikmati akan tetapi belum pernah aku nikmati gadis perawan muda yang cantik dan sexy seperti Wanda ini. Aku ingin mendapatkan rasa itu dengan Wanda. Informasi kukumpulkan dari orang-orang disekolah itu, dari penjaga sekolah, dari tukang parkir, dari karyawan sekolah. Dari mereka aku mengetahui nama gadis itu. Dan dari orang-orang itupun aku tahu bahwa Wanda adalah siswi kelas 3 SMA, umurnya 18 tahun. Beberapa saat yang lalu dia merayakan hari ulang tahunnya yang ke-18 di kantin sekolah bersama teman-temannya sekelas.

Dia termasuk siswi yang berprestasi, aktif dalam kegiatan paduan suara dan paskibra disekolah ini. Dan info terakhir yang kudapat , dia ternyata adalah salah seorang finalis foto model yang diselenggarakan oleh sebuah majalah remaja putri terkenal dan bulan depan dia akan mengikuti seleksi tahap akhir. Sore ini saat sekolah telah sepi.Seorang dari gadis anggota paduan suara itu tengah merintih-rintih dihadapanku. Dia adalah gadis yang terakhir kalinya tertinggal didalam sekolah ini, yang barusan sedang asyik bercanda dengan temannya melalui HP, sementara yang lain telah meninggalkan halaman sekolah. Beberapa detik yang lalu, pergulatan yang tidak seimbang aku telah berhasil meringkusnya dengan mudah, kedua tangannya kuikat dengan kencang kebelakang punggungnya.

Mulutnya kusumpal dengan kain kumal. Setelah itu kuseret tubuhnya ke bangsal olahraga yang berada di bagian belakang bangunan sekolah ini. Gadis itu adalah Wanda , si cantik sang primadona sekolah ini yang telah lama kuincar. Aku sangat hafal dengan kebiasaannya menunggu jemputan supirnya dikala selesai latihan sore dan si sopir selalu terlambat datang setengah jam dari jam bubaran latihan. Sehingga dia paling akhir meninggalkan halaman sekolah. Kini dia meringkuk dihadapanku, dengan tangisannya yang terbungkam kain gombal yang kusumpal di mulutnya. Sepertinya dia memohon-mohon sesuatu padaku tetapi apa peduliku, air matanya nampak mengalir deras membasahi wajahnya yang cantik itu. Sesekali nampak dia meronta-ronta mencoba melepaskan ikatan tali tambang yang mengikat erat di kedua tangannya, namun sia-sia saja, aku telah mengikat erat dengan berbagai simpul.

Posisinya kini menungging dihadapanku, tangisannya kian lama kian memilukan, aku menyadari sepenuhnya bahwa dia kini tengah berada dalam rasa keputusasaan dan ketakutan yang teramat sangat. Kunyalakan sebatang rokok dan menikmati isapan demi isapan rokok sambil kutatap tajam dan kupandangi tubuh gadis cantik itu, indah nian tubuhnya, kulitnya putih bersih, pantatnya sekal berisi. Kunikmati rintihan dan tangisan Wanda si cantik yang tengah dilanda ketakutan itu, bagai seseorang yang tengah menikmati alunan musik didalam ruangan sepi. Suara tangisnya yang teredam itu memecahkan kesunyian bangsal olahraga sekolah yang telah renta termakan usia ini. Sesekali dia meronta-ronta mencoba melepaskan tali ikatan yang mengikat kedua tangannya itu. Lama kelamaan badannya mulai melemah, isak tangisnya tidak sekeras tadi dan sekarang dia sudah tidak lagi meronta, mungkin tenaganya telah habis setelah sekian lamanya menangis meraung-raung dengan mulutnya yang tersumbat.

Sepertinya didalam hati dia menyesali, kenapa Heru supirnya selalu terlambat menjemputnya, kenapa tadi tidak menumpang Desy sahabat karibnya yang tadi mengajaknya pulang bareng, kenapa tidak langsung keluar dari lingkungan sekolah disaat latihan usai, kenapa malah asyik melalui HP bercanda dengan Fifi sahabatnya. semua terlambat untuk disesali pikirnya, dan saat ini sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada wanda “Beres Yon”, pintu pagar depan sudah gue tutup dan gembok?, terdengar suara dari seseorang yang tengah memasuki bangsal. Ternyata Tono dengan langkah agak gontai dia menutup pintu bangsal yang mulai gelap ini. ?OK?sip, gue udah beresin ini anak, tinggal kita pake aja??, ujarku kepada Tono sambil tersenyum. Kebetulan malam ini Pak Parijan sang penjaga sekolah dan keluarganya yang tinggal di dalam lingkungan sekolah ini sedang pulang kampung, baru besok lusa mereka kembali ke sini. Mereka langsung mempercayakan kepada kami untuk menjaga sekolah ini selama mereka pergi. Maka tinggallah kami berdua bersama dengan Wanda yang masih terkunci di dalamnya.

Pintu gerbang sekolah telah kami rantai dan dipasang gembok sehingga orang-orang menyangka pastilah sudah tidak ada aktifitas atau orang lagi didalam gedung ini. Pak Heru sang supir yang menjemput Wanda pastilah berpikiran bahwa Wanda telah pulang, setelah melihat keadaan sekolah itu. Kupandang lagi tubuh Wanda yang lunglai itu, badannya bergetar karena rasa takutannya yang teramat sangat . Hujanpun mulai turun, ruangan didalam bangsal olah raga semakin gelap gulita angin dinginpun bertiup masuk kedalam bangsal itu, Tono menyalakan satu buah lampu TL persis diatas kami, sehingga cukup menerangi bagian disekitar kami saja. Kuhisap kembali dalam-dalam rokokku dan setelah itu kumatikan. Mulailah kubuka bajuku satu per satu, hingga aku telanjang bulat. Batang kemaluanku telah berereksi sejak meringkus Wanda di teras sekolah tadi. ?Gue dulu ya?.?, ujarku ke Tono. ?Ok boss?.?, balas Tono sambil kemudian berjalan meninggalkan aku keluar bangsal. Kudekati tubuh Wanda yang tergolek dilantai, kuraba-raba punggung gadis itu, kurasakan detak jantungnya yang berdebar keras, kemudian tanganku turun hingga bagian pantatnya yang sekal itu, kuusap-usap pantatnya dengan lembut, kurasakan kenyal dan empuknya pantat itu sambil sesekali kutepok-tepok.

Badan Wanda kembali kurasakan bergetar, tangisnya kembali terdengar, sepertinya dia kembali memohon sesuatu, akan tetapi karena mulutnya masih tersumbat suaranyapun tidak jelas dan aku tidak memperdulikannya. Dari pantat wanda, tanganku turun kebawah diantara lututnya dan kemudian menyelusup masuk kedalam roknya terus naik keatas kebagian tengah pahanya. Kurasakan lembut dan mulus sekali paha Wanda ini, kuusap-usap lembut menuju keatas hingga kebagian pangkal pahanya yang masih ditutupi celana dalam katunnya. Karena sudah tidak tahan lagi, kemudian aku posisikan tubuh Wanda kembali menungging , dengan kepala menempel dilantai, kedua tangannya masih terikat kebelakang. Aku singkapkan ke atas rok seragam abu-abu SMUnya sampai sepinggang. Waw indah nian gadis ini? gunamku sambil melototi paha dan pantat sekal gadis ini. Kemudian aku lucuti celana dalamnya yang berwarna putih itu, terlihatlah dua gundukan pantat sekal gadis ini yang putih bersih tertimpa sorot lampu.

Sementara Wanda terus menangis .ku posisikan diriku berlutut menghadap ke pantat gadis itu, kurentangkan kedua kakinya melebar sedikit. Dengan jari tengahku, aku coba meraba-raba selangkangan gadis ini. Disaat jari tengahku menempel pada bagian tubuhnya yang paling pribadi itu, tiba-tiba tubuh gadis ini mengejang. Mungkin ini pertama kali kemaluannya disentuh oleh tangan lelaki. Disaat kudapatkan bibir kemaluannya kemudian dengan jariku , aku kobel dan colok lobang kemaluannya. dengan maksud agar keluar sedikit cairan kewanitaannya dari lobang kemaluannya itu. Tubuh wanda seketika itu menggeliat-geliat disaat kukorek-korek lobang kemaluannya, suara desahan-desahanpun terdengar dari mulut Wanda, benar saja tidak lama kemudian kemaluannya mulai basah oleh cairan lendir yang keluar dari lobang vaginanya. Segera kucabut jari tengahku dan kubimbing ujung kepala batang kemaluanku dengan tangan kiri kearah bibir vagina Wanda.

Dan? ?Hmmmpphhhh???, terdengar rintihan dari mulut Wanda disaat kulesakkan batang kemaluanku diantara bibir vaginanya. Dengan sekuatnya aku mulai mendorong-dorong batang kemaluanku masuk kelobang memeknya. Rasanya sangat kesat sekali, karena sempitnya lobang kemaluan gadis perawan ini. Aku berusaha terus melesakkan batang kemaluanku kelobang kemaluannya dengan dibantu oleh kedua tanganku yang kini mencengkram erat pinggulnya. Kulihat tubuh Wanda mengejang, kepala mendongak keatas dan sesekali kelojotan menggigil . Aku tahu saat ini dia tengah merasakan sakit dan pedih yang amat sangat. Keringat terus mengucur deras membasahi baju seragam sekolahnya, namun harum wangi tubuhnyanya masih terus tercium semerbak , membuat segarnya aroma Wanda saat itu, rintihan-rintihan terdengar dari mulutnya yang masih tersumpal itu.

Dan akhirnya setelah sekian lamanya aku terus mencocolkan batang kemaluanku, maka bobolah sudah lobang kemaluan Wanda. Aku berhasil menanamkan seluruh batang kemaluanku kedalam lobang vaginanya. Kehangatan disekujur batang kemaluanku terasa menjalar sekujur tubuh, dinding vagina Wanda terasa berdenyut-denyut seperti mengurut-urut batangku. Sejenak kudiamkan batang kemaluanku tertanam didalam lobang vaginanya, kunikmati denyutan-demi denyutan dinding vagina Wanda yang mencengkram erat batang kemaluanku. Selanjutnya kurasakan seperti ada cairan hangat mengalir membasahi batang kemaluanku dan kemudian melelerh keluar menetes-netes. Ah? merah encer…ternyata itu darah, berarti aku telah merenggut keperawanan gadis cantik ini. wajah Wanda kembali tertunduk dilantai, desahan nafasnya terdengar keras dan memburu, badannya sedikit melemas. Setelah itu, aku mulai memompa kemaluanku didalam lobang vaginanya. Kedua tanganku masih mencengkram erat pinggulnya membantu memaju mundurkan tubuhnya.

Badan Wanda kembali tegang, rintihan kembali terdengar. Semakin lama aku semakin mempercepat gerakanku, hingga tubuh Wanda tersodok-sodok dengan cepat sesekali, badannya juga menggeliat-geliat. Raut mukanya meringis-ringis akibat rasa sakit menghunjam selangkangannya. Hujanpun turun makin deras dan aku ingin menikmati rintihan-rintihan dari gadis ini. Sementara aku terus menyodok-nyodok dari belakang, kuputuskan untuk membuka gombal yang sedari tadi membekap mulutnya. Dan, ?Aakkk?akkkhh?oohh?.ooh? archh?oohh..?, suara erangan Wanda kini terdengar, kunikmati suara-suara erotis itu sebagai penghantar diriku yang tengah menyetubuhi gadis ini. Suaranya menggema diseluruh bangsal olahraga ini, namun masih kalah keras tertelan oleh suara derasnya hujan diluar. Wanda semakin terlihat kepayahan, tubuhnya melemah namun aku masih terus menggenjotnya, gerakanku semakin cepat. Bosan dengan posisi itu aku cabut kemaluanku dari lobang vaginanya dan kulihat darah berceceran membasahi selangkangan wanda dan kemaluanku.

Sejenak Wanda mendesahkan nafas panjang kelegaan , kubalik tubuhnya, dan kini posisi dia terlentang. Setelah itu kurentangkan kedua kakinya dan kulipat hingga kedua pahanya menyentuh dadanya. Kulihat jelas kemaluan gadis ini, indah sekali. Bulu-bulunya yang masih jarang-jarang itu tumbuh menghias disekitar bibir kemaluannya, sekelebatan tercium bau darah segar dan harum memek perempuan yang khas, semakin menggugah seleraku untuk menyetubuhinya ”Ochh..jangann bang?ampun?bang…ooohh?sakitt t sekali..bang…”, terdengar Wanda merintih pelan memohon belas kasihan kepadaku. Dengan menyeringai aku tindih tubuh Wanda itu. Kembali aku benamkan batang kemaluanku didalam lobang vaginanya. ….Aakkhh??, Wanda terpekik matanya terpejam, roman mukanya kembali meringis kesakitan dikala aku menanamkan batang kemaluanku kedalam lobang kemaluannya. Setelah itu aku kembali memompakan tubuhku, menggenjot tubuh Wanda.

Batang kemaluanku dengan gaharnya mengaduk aduk, menyodok-nyodok lobang kemaluannya. Tubuh Wanda kembali tersodok-sodok. Sesekali kuputar-putar pinggulku, yang membuat tubuh Wanda kembali kelojotan, dari bibir Wanda terdengar desahan-desahan halus ?Ohh….enngghh…..oohh….oh hh…..ngennghh??. Setelah sekian menit lamanya aku menyetubuhinya, aku merasakan diriku akan berejakulasi. Segera kupeluk kepalanya dan kucengkram erat dengan kedua tanganku setelah itu irama gerakanku kupercepat. ?Aakkhhh?? akupun mengejan, otot-otot tubuhku mengeras. Croot?croottt?.croott? akupun berejakulasi, kusemprotkan spermaku didalam rahimnya. Banyak sekali sperma yang kukeluarkan membanjir menggenagi liang vaginanya hingga meluber keluar berleleran membasahi pangkal pahanya. Kulihat raut muka Wanda saat itu nampak tegang dan panik, sinar matanya menunjukkan kekalahan dan kepedihan. Dengan tatapan sayu dia memandangiku disaat aku mengejan menyemprotkan spermaku yang terakhir.

Ahh nikmat sekali gadis ini, baru kali ini aku merengut keperawanan seorang gadis kota yang cantik. Setelah itu akupun merebahkan tubuhku menindih tubuhnya yang lemah, sambil mengatur nafas. Tubuhku berguncang-guncang akibat dari isakan-isakan tangisnya serta nafasnya yang tersengal-sengal, sementara itu kemaluanku kubiarkan tertanam didalam lobang kemaluannya. Kubelai-belai rambutnya, kukecup-kecup pipi dan bibirnya. Terasa lembut sekali bibirnya, kumainkan lidahku didalam mulutnya, sejenak aku bercumbu mesra dengan Wanda. Dia hanya terisak-isak dengan nafas yang terus tersengal-sengal. Akhirnya kusudahi permainanku ini, aku bangkit sambil mencabut kemaluanku. ?Ouugghhhh?.?, Wanda merintih panjang saat kutarik kemaluanku keluar dari lobang vaginanya. Kulihat diselangkangannya telah penuh dengan cairan-cairan kental dan darah merah jambu membasahi bulu-bulu kemaluannya.

Tono ternyata telah berdiri didekatku, dan rupanya dia telah telanjang bulat menunggu gilirannya, badannya yang kekar dan tinggi itu nampak semakin sangar dengan banyaknya gambar-gambar tatto yang menghiasi sekujur dada dan lengannya. akupun menyingkir dari tubuh Wanda yang tergolek lemas dilantai. Aku ambil jarak beberapa meter dari tubuh Wanda kemudian aku kembali merebahkan tubuhku. Dengan tiduran terlentang dilantai aku menggali kembali rasa nikmatku setelah melampiaskan nafsuku ke Wanda tadi. Sedang asyik-asyiknya aku istirahat, terdengar olehku bunyi sesuatu, ?Srett?sreettt?sreett?brett..? diikuti oleh isak tangis Wanda yang terdengar kembali. Setelah kuperhatikan, oh ternyata Tono dengan sebuah pisau cutter ditangannya tengah sibuk merobek-robek baju seragam Wanda. Dengan kasarnya Tono mencabik-cabik baju seragam putih Wanda, termasuk BH putih yang dikenalkannya. Dan akhirnya kini badan Wanda telanjang tanpa selembar kainpun yang menutupi, kedua buah payudaranya yang putih mulus namun tidak begitu besar kini terpampang jelas.

Termasuk juga rok abu-abu yang melilit dipinggangnya setelah kusingkap tadi dirobek-robeknya, hanya sepasang kaos kaki putih setinggi betisnya serta sepatu kets yang masih dikenakannya. Ikatan tali tambang di pergelangan tangannyapun ikut dibabatnya lepas ?Ouuhh?ammpuunn?bang?ampun??, suara Wanda terdengar lirih memohon-mohon ampun ke Tono yang sepertinya tengah kalap kerasukan setan itu. Setelah itu dengan kain gombal yang tadi menyumpal mulut Wanda, Tono membersihkan daerah selangkangan Wanda. Dengan sedikit kasar Tono mengusap-usap selangkangan Wanda sampai-sampai tubuh Wanda menggeliat-geliat.sedangkan kedua tangan lentiknya hanya bisa memegangi lengan kekar tono berupaya sekuat yang dia bisa menahan gosokan gombal di selangkangannya Akupun kembali merebahkan tubuhku, mengatur nafasku serta kunyalakan sebatang rokok sebagai penghantar istirahatku.

Sementara itu hujan diluar mulai reda, namun angin dingin menusuk berhembus masuk kedalam bangsal tempat pembantaian Wanda ini. Tiba-tiba sesaat kemudian dikala aku sedang rebahan sambil menikmati rokokku. Terdengar olehku jerit Wanda yang memilukan bergema ?Aaakkhhhhh…….aaaooochh ..?. Akupun terbangun, kulihat dari asal suara itu. Ternyata Tono setelah sebelumnya menghaja, memek Wanda , kini tengah menyodomi Wanda. Posisi Wanda merangkak dengan kepala yang mendongak keatas, bola matanya terbelalak, wajah cantiknya terlihat miris mengenaskan sekali, mulutnya menganga membentuk huruf ”O” dan Tono berada dibelakangnya tengah meregangkan otot tubuhnya, menanamkan batang kemaluannya yang besar itu ke dalam lobang anus Wanda. ”Aakkhh….?”

Tonopun mendesah lepas tatkala dia berhasil menanamkan batang kemaluannya dilobang anus Wanda. ”Aaaaoockh….eeeeccgg……ee erggh, och eeegh…”kembali wanda melenguh seperti orang akan buang kotoran bersamaan batang kemaluan tono yang besar dan keras itu melesak sampai ke pangkalnya, dan dibiarkan sejenak mentok di dalam mengganjal anus wanda Sekejab kemudian lubang anus Wanda dihujani sodokan-sodokan batang kemaluan lelaki kekar bertato itu. Tono melakukannya dengan gerakan yang cepat dan sangat kasar sampai-sampai tubuh Wanda terdorong-dorong dan tersodok-sodok ke depan dengan keras.Tidak ada lagi suara rintihan yang keluar dari mulut Wanda mungkin karena suaranya tertahan ditenggorokannya menahan rasa sakit yang dideritanya, akan tetapi badannya masih kaku menegang, raut mukanya kini meringis-ringis,kedua belah paha mulusnya tampak menggigil keras seperti kedinginan, mulut wanda masih saja menganga terbuka.

Rasa sakit dan pedih kembali melanda dirinya yang tengah disodomi oleh Tono.kedua bokong bulatnya yang mulus teregang ditahan tangan kekar lelaki itu. Melihat ini aku kembali terangsang, birahiku kembali memuncak. Aku bangkit dari rebahanku mendekati mereka berdua. Kemaluanku kembali ereksi melihat keadaan Wanda yang tengah menderita. Kuamati wajahnya dari dekat dan dia masih terlihat cantik, keringatpun mengucur deras membasahi wajah cantiknya. Aku dengan posisi berlutut berada didepan wajah Wanda, yang masih mendongak kesakitan itu, sementara itu seluruh badannya terus tersodok-sodok karena Tono yang menggenjotnya dari belakang. Kini aku dan Tono berhadap-hadapan sementara Wanda berada ditengah-tengah kami.

Tonopun menghentikan sejenak genjotannya untuk memberikan kesempatan padaku memposisikan diri.Kuraih batang kemaluanku yang telah berdiri tegak, dan kujejalkan kemulut Wanda yang masih menganga itu. Ah, rasa dingin dan basah menyelimuti sekujur batang kemaluanku tatkala masuk didalam rongga mulut Wanda. Nikmat rasanya, kurasakan juga kelembutan mulut dan bibirnya disekujur batang kemaluanku.Setelah itu kembali Tono menggenjot tubuh Wanda dari belakang. Kulirik mata Wanda menjadi semakin sayu, nafasnya tersengal-sengal, aku hanya berdiri santai saja, karena tubuh Wanda yang bergerak-gerak maju mundur sebagai akibat sodokan-sodokan Tono yang tengah mulai menyodominya kembali dari belakang, berakibat mulut berbibir mungil wanda keluarmasuk sendiri mengulum batangku . Kubelai-belai rambutnya yang telah terurai lepas, sambil kutatap wajah dan sesekali kusapukan tanganku ke punggung dan ke dua buah dada ranumnya yang menyembul tak seberapa besar namun bulat kencang itu, sedangkan kini sekujur tubuh telanjang wanda terlihat agak licin seperti belut berkilauan bersimbah keringat.

Makin menggairahkanku memandangnya ?Ahh..ahh?ah??, nikmat sekali rasanya mulut gadis ini, sambil kemudian memejamkan mata dan menikmati rokok , aku terus merasakan kenikmatan di sekujur batang kemaluanku yang tengah dikulum keluar masuk rongga mulut Wanda. Tidak lama kemudian Tono semakin cepat menggenjot, memompa lobang anus Wanda, badannya semakin banyak mengeluarkan keringat, bau tubuhnya semakin kuat tercium, dan dia sepertinya akan berejakulasi.Benar saja, tubuhnya nampak menggelinjang dan dan menegang, dari mulut Tono keluar pekikan kecil yang disusul oleh desahan yang penuh dengan kepuasan. Tono pun menghentikan genjotannya dan mulai berejakulasi dilubang dubur Wanda.Setelah itu badan Tono rebahan disamping badan Wanda..tetapi posisiku masih tetap seperti semula, kini kemaluanku malah tertanam dalam kuluman nikmat mulut wanda sampai ke pangkalnya .

Kubuang rokokku dan dengan kedua tanganku kuraih kepala Wanda, kini dengan gerakan tanganku kepala Wanda ku maju-mundurkan paksa . ”Ah?nikmat rasanya…”, kemaluanku seperti dipijit-pijit dengan mulut Wanda, bibir sensualnya melingkari batang kemaluanku, memberi rasa nikmat tersendiri, kurasakan pula lidahnya melingkupi kepala batang kemaluanku, ah nikmatnya penuh sensasi. Setelah sekian lama menikmati itu, tiba-tiba kembali aku merasa akan berejakulasi, maka kugerakkan kepalanya semakin cepat untuk mengulum batang kemaluanku. Dan, akupun berejakulasi didalam mulut Wanda, spermaku memancar keluar membasahi mulut hingga tenggorokannya sampai-sampai meleleh keluar darisudut bibirnya. Rasa nikmat yang tiada taranya kembali melanda sekujur tubuhku. Kucabut batang kemaluanku dari mulutnya, ”Uhuk…Huk….Och… uch Wanda terbatuk-batuk seperti akan muntah, samar-samar kulihat mulutnya penuh dengan cairan-cairan lendir kental sampai membuat mulutnya nampak mengkilat karena belepotan cairan sperma.

Wajahnya yang lesu dan lemah sejenak memandangku dengan tatapan mata sayu penuh dengan keputus-asaan serta air mata yang kembali meleleh. Kemudian sempoyongan dia terjatuh lunglai dilantai, tubuh mulus bugilnya tertelungkup hanya suara nafasnya yang terdengar menderu-deru tersengal-sengal dan sesekali isakan-isakan tangisnya. Aku kembali merebahkan tubuhku disamping Wanda, akhirnya jatuh tertidur. Tidak lama rupanya aku tertidur, dan kemudian terjaga setelah kembali telingaku menangkap suara erangan-erangan dan rintihan-rintihan. Setelah aku terjaga, ternyata Tono tengah menyetubuhi lagi wanita indah itu..Tubuh telanjang Wanda yang masih saja hanya mengenakan sepasang kaos kaki dan sepatu kets itu kini terlentang meregangkan kedua belah pahanya ditunggangi majumundur oleh Tono.

Dengan garangnya Tono menggenjot tubuh Wanda yang tergolek lemah , iramanya cepat dan kasar sekali, tubuh lemah Wanda kembali terguncang-guncang. Kini nampak roman muka Wanda telah lunglai pucat sepertinya hampir pingsan, beberapa saat masih kudengar suara rintihan lemah yang keluar dari mulut Wanda namun kini suara itu hilang senyap sama sekali. Tidak lama kemudian Tonopun berejakulasi, kembali rahim Wanda disiram dan dipenuhi oleh cairan sperma. Wanda nampak tidak sadarkan diri dan pingsan. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, 4 jam lamanya kami memperkosa Wanda. Kini tibalah waktu kami untuk angkat kaki,.Setelah kami berpakaian rapi kemudian tubuh Wanda aku pondong dari ruang aula menuju ke ruang gudang dibagian paling belakang sekolah ini. Kami rebahkan gadis cantik primadona sekolah ini disana.

Disisinya kami onggokkan baju seragam sekolah, tas serta HP miliknya yang sedari tadi terus berbunyi.Kini gadis jelita itu, masih terkulai pingsan didalam gudang yang kotor, nafasnya teratur seperti tidur saja.Sekujur kulit mulus tubuh telanjangnya dipenuhi dengan bekas ceceran cairan sperma yang mulai mengering, juga darah yang nampak masih menetes dari lubang anusnya sebagai akibat sodomi Tono tadi. Kemaluannyapun terlihat kemerahan dan membengkak. Puas sudah kami memperkosanya. Tepat pukul 11 malam setelah berkemas dan menghilangkan jejak , kamipun pergi meninggalkan gedung sekolah ini, berjalan menuju ke pelabuhan dikota ini untuk menumpang kapal yang entah kemana membawa kami, menuju ke seberang sana, ke suatu tempat yang jauh dari sini.


Kumpulan Foto Seksi Bintang Porno ameri ichinose